Pembelajaran Kelompok Pola Acak

Pembelajaran kelompok dengan pola acak adalah pembelajaran kelompok dengan ketentuan setiap kelompok anggotanya ditentukan secara acak atau diundi. Dimana anggota kelompok ini berbeda-beda tingkat intelegensinya. Kebanyakan siswa yang lebih pandai biasanya mendominasi kelompok sehingga tidak terjadi interaksi antara siswa yang pandai dengan siswa yang kurang pandai dalam suatu kelompok.

Efek perbedaan status terjadi ketika anggota yang berstatus sosial tinggi mengendalikan, sedangkan efek geng pada tugas terjadi ketika anggota-anggota kelompok mereka memutuskan mereka ingin menghindari kerja dan memberikan sedikit usaha dalam rangka menyalesaikan tugas. Efek lain yang teramati yaitu pembagian strategi pemecahan  masalah dan ketidakmampuan yang imbas sosial yang di dalamnya terdapat perasaan individu yang tidak dapat mengerjakan sesuatu karena perilaku anggota lainya. Efek-efek semacam ini harus diwaspadai guru yang menerapkan kerja kelompok dalam pembelajarannya.

Pembelajaran Kelompok Pola Tutorial Sebaya

Metode ini dilakukan dengan cara memberdayakan kemampuan siswa yang memiliki daya serap yang tinggi, siswa tersebut mengajarkan materi/ latihan kepada teman-temannya yang belum faham. Metode ini banyak sekali manfaatnya baik dari sisi siswa yang berperan sebagai tutor maupun bagi siswa yang diajarkan. Peran guru adalah mengawasi kelancaran pelaksanaan metode ini dengan memberi pengarahan dan lain-lain.

Tutor Sebaya dikenal dengan pembelajaran teman Sebaya atau antar peserta didik, hal ini bisa terjadi ketika peserta didik yang lebih mampu menyelesaikan pekerjaannya sendiri dan kemudian membantu peserta didik lain yang kurang mampu. Alternatifnya, waktu khusus tiap harinya harus dialokasikan agar peserta didik saling membantu dalam belajar baik satu-satu atau dalam kelompok kecil.

Tutor Sebaya merupakan salah satu strategi pembelajaran untuk membantu memenuhi kebutuhan peserta didik. Ini merupakan pendekatan kooperatif bukan kompetitif. Rasa saling menghargai dan mengerti dibina di antara peserta didik yang bekerja bersama.

Tutor Sebaya akan merasa bangga atas perannya dan juga belajar dari pengalamannya. Hal ini membantu memperkuat apa yang telah dipelajari dan diperolehnya atas tanggung jawab yang dibebankan kepadanya. Ketika mereka belajar dengan “Tutor Sebaya”, peserta didik juga mengembangkan kemampuan yang lebih baik untuk mendengarkan, berkonsentrasi, dan memahami apa yang dipelajari dengan cara yang bermakna. Penjelasan Tutor Sebaya kepada temannya lebih memungkinkan berhasil dibandingkan guru. Peserta didik melihat masalah dengan cara yang berbeda dibandingkan orang dewasa dan mereka menggunakan bahasa yang lebih akrab.

Dalam penggunaan metode pembelajaran tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan, seperti halnya tutor sebaya. Uraian di atas adalah beberapa kelebihan dari metode tutor sebaya sementara kekurangan metode ini antara lain :
- tidak semua siswa dapat menjelaskan kepada temannya.
- Tidak semua siswa dapat menjawab pertanyaan temannya.

Pengertian Pembelajaran Kelompok

Pembelajaran kelompok merupakan model pembelajaran yang di dalamnya siswa bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan khusus dan menyelesaikan suatu tugas. Pembelajaran kelompok menekankan komunikasi antar siswa dalam tim-tim kecil. Dalam model pembelajaran tersebut siswa diberi kesempatan untuk membicarakan pengamatan mereka, ide-ide mereka dan teori-teori mereka dalam merangka memahami suatu pelajaran. Selain itu dalam pembelajaran ini diciptakan suasana belajar yang dapat memberi kesempatan pada siswa untuk berinteraksi satu dengan yang lain dalam rangka mencapai tujuan bersama. Dalam interaksi ini siswa akan membentuk komunitas yang memungkinkan mereka untuk mencintai proses belajar dan mencintai satu sama lain (Lie, 1999:6).

 Belajar kelompok merupakan strategi pembelajaran yang sangat efektif, pembelajaran kelompok merupakan model pembelajaran dimana siswa bersama untuk berfikir, bekerja sama untuk mencapai tujuan khusus atau menyelesaikan sebuah tugas. Berbagai model telah dikembangkan sepeti Tim Siswa Kelompok Prestasi (Student teams Achievement division), STAD , TGT (Teams Games Taurnament), TAI (Teams Assisted Individualization), CIRC (Cooperative Integrated Reading And Compotition), Jigsaw, Kelompok penelitian, belajar bersama, dan sebagainya. Beberapa model menggambarkan bagaimana tugas diatur dan bagaimana kelompok-kelompok itu berevaluasi dan beberapa model lainya siswa bekerja sendiri-sendiri sebuah aspek tugas, mengumpulkan hasil kerja mereka ketika tugas telah selesai dikerjakan.